
Dalam perumpamaan itu, si kaya dihukum bukan karena ia memiliki kekayaan melainkan karena ia meminggirkan rasa kemanusiaannya dan menutup pintu hatinya bagi Si Lazarus yang sekarat.
Melalui hidup dan kematian-Nya, Ia menampilkan kepada kita bahwa menjadi kristiani sudah dan akan selalu berarti melayani orang lain dengan cinta dan pengorbanan. Menjadi kristiani adalah menjadi pelayan bagi semua!
Yesus tidak ingin kita, para pengikut-Nya, terjebak dalam praktik hidup agama seperti ini. Dia ingin agar kita tetap menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati; yang bisa memperhatikan dan melayani orang-orang yang kalah-tersingkir; serta menjadi penjaga bagi nilai-nilai kebenaran. Inilah ibadah yang sejati!
Dalam injil hari ini, yang diambil dari Khotbah di atas Bukit, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk menjadi murah hati, penuh belas kasih, pengampun. Secara lebih khusus, Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk tidak menghakimi sesama.
Prapaskah adalah kesempatan bagi transformasi atau perubahan ke arah yang lebih baik. Ia menjadi momen dalamnya kita mengarahkan diri pada suatu hidup yang lebih bermakna dan bermartabat.
Tindakan mengasihi atau memperlakukan sesama dengan belas kasih menjadi ciri khas dari kita yang menyebut diri sebagai Kristen.