Berserah bukanlah Menyerah

Mukjizat bisa kita alami kala kita mendekati Yesus dengan kerendahan hati yang sungguh, iman yang teguh, doa yang merindu, dan penyerahan diri yang total pada Tuhan.

(Retrieved from https://catholicsstrivingforholiness.org/daily-gospel-and-commentary-jesus-cures-the-royal-officials-son-jn-4-46-54/)

Hari Biasa Pekan Prapaskah IV

Senin, 16 Maret 2026

Bacaan:

Yes. 65:17-21

Mzm. 30:2.4.5-6.11-12a.13b

Yoh. 4:43-54

“Berserah bukanlah Menyerah”

 

Sobat-sobat GAUNG yang terkasih

Menyerah berbeda dengan berserah. Menyerah bersifat pasif, tanpa usaha, dan kalah. Orang yang menyerah melihat masa depan sebagai kegelapan. Sementara itu, berserah lebih bersifat aktif. Orang yang berserah tetap memiliki secercah sinar harapan dalam dirinya walau keadaan masih samar dan temaram. Dengan kata lain, orang yang berserah adalah orang yang beriman.

Penginjil Yohanes menceritakan Yesus yang melakukan penyembuhan jarak jauh untuk anak seorang pegawai istana. Kala itu, Yesus sedang berkhotbah di Kapernaum dan Si pegawai istana harus berkuda dari Kana – yang jaraknya 20 mil dari Kapernaum – untuk menemui Yesus.

Situasi pegawai istana sesungguhnya pelik. Di satu sisi, ia tidak memiliki pengharapan lain bagi kesembuhan anaknya selain  Yesus. Di sisi lain, ia adalah pegawai istana yang dekat dengan raja serta orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang sering kali berseberangan dengan Yesus. Dengan meminta Yesus menyembuhkan anaknya, si pegawai istana secara tidak langsung menempatkan dirinya pada posisi terancam. Ia pasti dikritisi dan bisa saja dipecat karena percaya pada Yesus. Namun, ia pada akhirnya tidak patah semangat. Ia betul-betul berserah pada kuasa Tuhan. Dengan iman yang penuh pengharapan, ia menceritakan kepada Yesus tentang keseriusan penyakit anaknya sehingga Yesus pun menyembuhkan anaknya.

Kisah si pegawai istana ini mengajarkan kita bahwa mukjizat bisa terjadi asal kita tidak menyerah. Mukjizat bisa kita alami kala kita mendekati Yesus dengan kerendahan hati yang sungguh, iman yang teguh, doa yang merindu, dan penyerahan diri yang total pada Tuhan. Kita bisa saja tidak langsung mendapatkan jawaban. Namun demikian, kita tetap perlu ingat bahwa tidak ada doa yang tidak terjawab. Setiap doa dijawab sesuai kehendak Tuhan.

 

 

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT