
Kegiatan katekese ini dilaksanakan di seluruh paroki dalam lingkup Keuskupan Ruteng, termasuk di Paroki St. Eduardus Watunggong yang menunjukkan respon positif terhadap program pastoral tersebut.
Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong
Watunggong – Keuskupan Ruteng menetapkan tahun 2026 sebagai Tahun Sinode IV. Penetapan ini menjadi momentum penting bagi Gereja Keuskupan Ruteng untuk melihat kembali dinamika perjalanan pastoral sejak pelaksanaan Sinode III sekaligus merancang berbagai program pastoral yang lebih holistik untuk tahun-tahun mendatang.
Proses Sinode IV dilaksanakan dengan melibatkan seluruh komponen umat dalam Gereja, mulai dari kaum klerus, biarawan-biarawati hingga umat awam. Keterlibatan umat awam secara nyata terlihat melalui pelaksanaan katekese Aksi Puasa Pembangunan (APP) Sinode IV yang berfokus pada empat bidang utama kehidupan Gereja, yakni Pewartaan, Pengudusan, Persekutuan, serta Relasi antara Pelayan Pastoral dan Umat.
Kegiatan katekese ini dilaksanakan di seluruh paroki dalam lingkup Keuskupan Ruteng, termasuk di Paroki St. Eduardus Watunggong yang menunjukkan respon positif terhadap program pastoral tersebut.
Sebagai langkah awal, Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Eduardus Watunggong mengirimkan perwakilan untuk mengikuti sosialisasi materi katekese di Paroki Colol pada 11 Februari 2026. Setelah itu, pihak paroki segera mengadakan sosialisasi materi katekese tingkat paroki pada 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan simulasi katekese bagi para fasilitator katekese pada 27 Februari 2026.
Para fasilitator katekese tidak hanya berasal dari kalangan katekis atau katekista paroki, tetapi juga melibatkan para pelayan pastoral lain yang dinilai memiliki kemampuan untuk memfasilitasi kegiatan katekese. Setelah kegiatan simulasi, para fasilitator kemudian menyusun jadwal kunjungan dan mulai berkatekese di berbagai Komunitas Basis Gerejawi (KBG).
Berbeda dari kegiatan sebelumnya, para fasilitator kali ini tidak hanya berkegiatan di pusat paroki tetapi juga turun langsung ke berbagai stasi. Selain membawakan katekese, mereka juga memberikan simulasi kepada para katekis-katekista dan fasilitator yang berdomisili di stasi-stasi tersebut.
Tahap pertama katekese di stasi-stasi berfokus pada tema Pewartaan. Stasi Ntaram menjadi stasi pertama yang melaksanakan kegiatan ini pada Senin malam, 2 Maret 2026, dengan fasilitator Bapak Gregorius Woi, katekis sekaligus Ketua Seksi Katekese Paroki.
Kegiatan serupa kemudian dilaksanakan di Stasi Ngkolong, tepatnya di Wilayah Moeng, pada Selasa malam, 3 Maret 2026 setelah pelayanan pengakuan dosa dan misa kunjungan pra-Paskah. Katekese ini dibawakan oleh Bapak Yosef Flavius Daul, katekis sekaligus Ketua Seksi Liturgi Paroki.
Pada Rabu malam, 4 Maret 2026, kegiatan katekese juga berlangsung di Stasi Cumbi dan Stasi Paleng. Katekese di Stasi Cumbi difasilitasi oleh Bapak Agustinus Aliasanto, sementara di Stasi Paleng dipimpin oleh Bapak Anselmus Ajas, katekis sekaligus pengurus stasi setempat.
Selanjutnya, pada Jumat, 6 Maret 2026, kegiatan katekese berlangsung di Stasi Lawi, Stasi Ngkodal, Stasi Wangkar, dan Stasi Wea. Di Stasi Lawi, Bapak Doroteus Sardin, katekis setempat, membawakan katekese bagi para murid Sekolah Dasar Katolik (SDK) Milos. Kegiatan ini berlangsung meriah karena diselingi dengan yel-yel, nyanyian, serta permainan yang membuat para murid mengikuti katekese dengan penuh antusias. Di Stasi Wangkar, katekese dibawakan oleh Bapak Maximus Bala - katekis paroki. Katekese tersebut dilaksanakan di kediaman Ketua Stasi Wangkar dan dihadiri oleh umat yang tinggal di seputaran wilayah pusat Stasi Wangkar.
Sementara itu, di Stasi Ngkodal, Bapak Irenius Hayon, Ketua Wilayah I Pusat Paroki Watunggong, mengadakan pertemuan dengan para pengurus dewan stasi serta para katekis dan katekista. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sosialisasi sekaligus simulasi katekese bagi para fasilitator yang akan melaksanakan kegiatan katekese di stasi tersebut.
Pada hari yang sama, kegiatan katekese juga dilaksanakan di Stasi Wea dan difasilitasi oleh Bapak Lois Bala. Umat yang hadir mengikuti kegiatan katekese dengan penuh perhatian serta aktif terlibat dalam diskusi mengenai dinamika kehidupan Gereja, khususnya terkait tugas pewartaan dalam kehidupan umat beriman.
Secara umum, kegiatan katekese di berbagai stasi berjalan dengan baik. Umat menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti diskusi serta memberikan berbagai pemikiran terkait dinamika kehidupan Gereja, baik di tingkat Paroki Watunggong maupun pada tingkat Keuskupan Ruteng.
Umat pun berharap agar berbagai gagasan dan refleksi yang muncul dari proses katekese ini dapat diterima serta ditindaklanjuti dalam perencanaan pastoral di tingkat paroki maupun keuskupan.