
Umat di pusat Paroki St. Eduardus Watunggong menunjukkan semangat pertobatan yang konkrit dalam masa Puasa Prapaskah Tahun Sinode 2026 melalui aksi bersama berupa pemasangan jalan telford dan pembersihan kebun paroki.
Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong
Watunggong – Umat di pusat
Paroki St. Eduardus Watunggong menunjukkan semangat pertobatan yang konkrit
dalam masa Puasa Prapaskah Tahun Sinode 2026 melalui aksi bersama berupa
pemasangan jalan telford dan pembersihan kebun paroki.
Secara umum, Kelompok Basis
Gerejani (KBG) di pusat paroki telah melaksanakan kegiatan Katekese Prapaskah
Tahun Sinode 2026 dengan aktif dan baik. Melalui katekese tersebut, umat
semakin menyadari bahwa masa Prapaskah bukan sekadar rutinitas tahunan,
melainkan momentum pertobatan dan perubahan hidup yang nyata.
Kesadaran ini mendorong umat
untuk mewujudkan aksi tobat dalam kehidupan sehari-hari. Pertobatan tidak hanya
dimaknai sebagai pembaruan diri secara pribadi, tetapi juga sebagai upaya
memulihkan relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam ciptaan. Dengan demikian,
semangat tobat harus menghasilkan buah nyata dalam kehidupan bersama.
Sebagai bentuk konkret dari
semangat tersebut, sebanyak 17 KBG di wilayah pusat Paroki St. Eduardus
Watunggong menyepakati dua kegiatan utama, yakni pembuatan jalan telford menuju
gereja paroki dan pembersihan kebun paroki.
Pembangunan jalan telford
dilakukan pada jalur menuju Gereja Paroki yang terletak di bagian timur rumah
pastoran. Sejak jadwal pengerjaan dibagikan pada 28 Februari 2026, seluruh KBG
secara berkala dan bergiliran turun langsung ke lapangan. Dari rumah
masing-masing, umat membawa perlengkapan kerja, seperti linggis untuk
mengungkit batu, palu untuk memecahkan batu, karung untuk mengangkat batu,
serta sekop untuk menggali dan menimbun tanah pada jalur telford.
Dengan penuh ketekunan, umat
menggali jalan dan menyusun batu demi batu hingga membentuk jalan yang rapi dan
layak dilalui. Suasana kerja pun dipenuhi sukacita. Umat tidak hanya bekerja,
tetapi juga saling berbagi cerita dan canda untuk menciptakan kebersamaan yang
hangat. Makanan dan minuman ringan yang dibawa dari rumah pun turut menambah
semangat kebersamaan selama proses pengerjaan jalan telford berlangsung.
Selain pembangunan telford, umat
juga melaksanakan aksi pembersihan kebun paroki yang terletak di bagian selatan
rumah pastoran. Dengan menggunakan alat sederhana seperti sabit, parang, dan
sapu lidi, umat bahu-membahu membersihkan rumput liar yang tumbuh tinggi di
area tersebut.
Hingga saat ini, dari total 17
KBG di pusat paroki, beberapa kelompok yang telah ambil bagian dalam
pembersihan kebun antara lain KBG Sta. Benedikta, Imanuel, Rumah Kencana,
Bintang Timur, St. Siprianus, Tabut Perjanjian I, Tabut Perjanjian II, serta
KBG Maria Fatima.
Aksi bersama ini menjadi bukti
nyata bahwa semangat Prapaskah tidak berhenti pada refleksi iman, tetapi
diwujudkan dalam kerja nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan bersama serta
lingkungan sekitar.