
Paroki St. Eduardus Watunggong kembali menggelar prosesi Arca Maria Bunda Segala Bangsa sebagai ungkapan iman dan devosi umat kepada Bunda Maria. Pada Bulan Mei ini, prosesi dilaksanakan di dua stasi, yakni Stasi Cumbi serta Stasi Kenda–Lawi.
Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong
Paroki St. Eduardus Watunggong kembali
menggelar prosesi Arca Maria Bunda Segala Bangsa sebagai ungkapan iman dan
devosi umat kepada Bunda Maria. Pada Bulan Mei ini, prosesi dilaksanakan di dua
stasi, yakni Stasi Cumbi serta Stasi Kenda–Lawi.
Prosesi diawali pada Senin, 4 Mei 2026, yang
dimulai dari Wilayah Lando di Stasi Cumbi. Arca Maria Bunda Segala Bangsa yang
diantar oleh rombongan dari pusat paroki disambut secara meriah oleh umat
Wilayah Lando di Cabang Lando. Dalam penyambutan tersebut, umat mengenakan
busana adat khas Congkar dan melaksanakan ritus penerimaan dengan tata cara
adat Manggarai, mencerminkan kekayaan budaya lokal yang berpadu dengan iman
Katolik.
Setelah prosesi penerimaan, umat Wilayah Lando
kemudian mengarak Arca Maria menuju Kampung Lando. Sepanjang perjalanan, umat
dengan penuh devosi mendaraskan doa rosario dan melantunkan lagu-lagu pujian
kepada Bunda Maria, sambil membawa obor bernyala yang menambah suasana khidmat
dan sakral.
Rangkaian prosesi ditutup dengan Perayaan
Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Eduardus Watunggong, RD. Martinus
Gunardi Kendo. Dalam khotbahnya, RD. Martin menegaskan peran penting Bunda
Maria dalam karya keselamatan bagi bangsa-bangsa. Ia juga mengajak umat Wilayah
Lando untuk semakin memperhatikan kehidupan persekutuan dalam keluarga serta
menghindari kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak keharmonisan hidup bersama,
seperti praktik judi online dan pinjaman online.
Dari Lando, prosesi Arca Maria Bunda Segala
Bangsa dilanjutkan menuju Kampung Cumbi pada Selasa, 5 Mei 2026. Umat setempat
menyambut arca tersebut dengan mengenakan busana adat serta melaksanakan ritus
penerimaan secara tradisional. Setelah prosesi penyambutan, arca diarak menuju
halaman (natas) kampung dengan melibatkan seluruh umat. Anak-anak berada di
barisan terdepan sambil membawa obor menyala untuk memimpin rombongan memasuki
kampung. Sementara itu, kaum muda bersama pengurus dewan stasi bertugas
mendokumentasikan kegiatan serta menjaga keamanan selama prosesi berlangsung.
Selama prosesi, umat mendaraskan Doa Rosario dan menyanyikan lagu-lagu tentang
Maria. Rangkaian kegiatan prosesi di Kampung Cumbi kemudian ditutup dengan
perayaan Ekaristi yang dipimpin Vikaris Parokial, RD Kiven Naring. Prosesi
selanjutnya akan dilaksanakan di Stasi Kenda - Lawi pada 6 -9 Mei 2026.
Seluruh rangkaian prosesi dan Perayaan Ekaristi
berlangsung dengan baik, tertib, dan penuh khidmat. Umat mengikuti setiap
tahapan kegiatan dengan penuh kesungguhan iman, menjadikan momen ini sebagai
kesempatan untuk memperdalam relasi dengan Tuhan melalui perantaraan Bunda
Maria.