
Semoga sebagai Gereja yang berjalan bersama dalam semangat sinodalitas, kita sungguh menjadi umat yang beriman teguh, bersaudara sejati dan misioner yang rendah hati, sehingga lewat hidup kita, dunia dapat merasakan kehadiran Kerajaan Allah.
Pesta Yesus dipersembahkan di Kanisah mengingatkan kita – para orang Katolik – bahwa persembahan yang purna adalah penyerahan seluruh hidup kita pada rencana Tuhan. Pesta ini juga mengajak kita untuk mengingat kembali bahwa kita sebenarnya sudah dipersembahkan kepada Tuhan melalui baptisan yang kita terima.
Paroki St Eduardus Watunggong dalam perjalanan waktunya yang ke 16 tahun ini sudah melewati beragam hal dalam dinamika reksa pastoral yang tentu saja selalu terbuka pada evaluasi dan masukan-masukan yang sifatnya membangun termasuk program reksa pastoral tahun 2025 yang telah dilewati wajib dievaluasi dan dilihat lagi proses dan realisasinya untuk perbaikan-perbaikan ke depan.
Sebagaimana Yesus dapat menenangkan gelora badai yang mengancam perahu para rasul, Yesus pasti juga dapat mengatasi badai godaan yang muncul dari dalam diri kita.
Yesus pun mengundang kita untuk menjadi seperti biji sesawi. Menjadi seperti biji sesawi berarti menjadi pribadi yang menyadari kesederhanaan diri dan senantiasa mengandalkan Tuhan.
Jika kita mendengarkan Dia dengan pikiran dan hati yang terbuka serta berjalan dalam Terang-Nya, benih iman dan relasi tersebuh akan semakin bertumbuh dengan baik.
Perumpamaan ini dimaksudkan agar para pendengar Yesus senantiasa menaruh perhatian terhadap Sabda Allah dan agar para murid tetap mempercayai pengajaran Yesus di tengah banyaknya orang yang mulai menentang ajaran Yesus. Yesus mau agar kita menjadi “tanah baik” yang selalu membuka diri terhadap benih sabda dan melaksanakannya dalam kehidupan nyata.
Orang yang menyambut Tuhan ialah mereka memperhatikan tanggung jawabnya untuk menghormati sesama dan membagikan kasih. Dengan demikian, ia pun akan menjadi bagian dari keluarga Kerajaan Allah.