
Kegiatan katekese ini dilaksanakan di seluruh paroki dalam lingkup Keuskupan Ruteng, termasuk di Paroki St. Eduardus Watunggong yang menunjukkan respon positif terhadap program pastoral tersebut.
Fasilitator Kursus Persiapan Perkawinan Katolik sangat penting perannya dalam pembimbingan dan pendalaman makna tentang Perkawinan. Oleh karena itu, sanga penting bagi para Fasilitator untuk menguasai materi yang akan disampaikan kepada calon pasti Katolik. Atas dasar itu, Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para Fasilitator untuk memberi wawasan serta cara bagaimana menjadi Fasilitator KPPK yang baik.
Sebab, hanya di dalam Tuhan, kita bisa berbuah baik.
Dalam perumpamaan itu, si kaya dihukum bukan karena ia memiliki kekayaan melainkan karena ia meminggirkan rasa kemanusiaannya dan menutup pintu hatinya bagi Si Lazarus yang sekarat.
Melalui hidup dan kematian-Nya, Ia menampilkan kepada kita bahwa menjadi kristiani sudah dan akan selalu berarti melayani orang lain dengan cinta dan pengorbanan. Menjadi kristiani adalah menjadi pelayan bagi semua!
Yesus tidak ingin kita, para pengikut-Nya, terjebak dalam praktik hidup agama seperti ini. Dia ingin agar kita tetap menjadi pribadi-pribadi yang rendah hati; yang bisa memperhatikan dan melayani orang-orang yang kalah-tersingkir; serta menjadi penjaga bagi nilai-nilai kebenaran. Inilah ibadah yang sejati!
Kehidupan kaum muda saat ini tak terlepas dari media sosial, namun hal ini juga sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi kaum muda apakah mereka akan terus berada pada zona pewartaan diri ataukah juga turut mengeksplore dan mewartakan Injil lewat media sosial miliknya. Katekese kali ini mengajak kaum muda untuk lebih bijak menggunakan media sosila dan memotivasi agar mereka setia serta turut menjadi "Influencer Tuhan".
Dalam injil hari ini, yang diambil dari Khotbah di atas Bukit, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya untuk menjadi murah hati, penuh belas kasih, pengampun. Secara lebih khusus, Yesus memerintahkan pengikut-Nya untuk tidak menghakimi sesama.