
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen Paroki St. Eduardus Watunggong dalam membangun iman umat secara berkelanjutan, baik melalui komunitas basis gerejani maupun melalui pendidikan iman bagi anak-anak di sekolah. Dengan partisipasi aktif umat dan kreativitas para fasilitator, katekese menjadi sarana pembinaan iman yang hidup, relevan, dan membangun kebersamaan dalam Gereja.
Rekoleksi ini menjadi moment penting untuk melihat kembali apa saja yang telah dilalui bersama. Menata kembali retak-retak hidup yang sempat tergores kerikil egoisme untuk memintalnya kembali menjadi etalase yang utuh dalam iman dan persekutuan. Komunitas rohani hendaknya menjadi pioner dalam semangat sinodalitas.
Kunjungan ini bertujuan untuk membantu Paroki Lengko Ajang dan Paroki Mombok dalam menyusun proposal permohonan dana kepada Komisi PSE Keuskupan Ruteng. Selain itu, rombongan juga memberikan dukungan bagi Kelompok Tenun Punca Titi yang berada di wilayah Paroki Watunggong.
Pendamping kelompok anak mesti jeli dan memperhatikan setiap anak dengan keunikannya. Perlakuan kepada anak harus disesuaikan dengan kemauan anak, bukan atas kemauan pendamping. Mendengar mereka kemudian mengarahkan untuk sesuatu yang lebih baik, yang berguna dan berdaya mengangkat martabat luhur mereka.
Kegiatan katekese ini dilaksanakan di seluruh paroki dalam lingkup Keuskupan Ruteng, termasuk di Paroki St. Eduardus Watunggong yang menunjukkan respon positif terhadap program pastoral tersebut.
Fasilitator Kursus Persiapan Perkawinan Katolik sangat penting perannya dalam pembimbingan dan pendalaman makna tentang Perkawinan. Oleh karena itu, sanga penting bagi para Fasilitator untuk menguasai materi yang akan disampaikan kepada calon pasti Katolik. Atas dasar itu, Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menyelenggarakan kegiatan pelatihan bagi para Fasilitator untuk memberi wawasan serta cara bagaimana menjadi Fasilitator KPPK yang baik.