
Dalam Sinode IV sesi II ini akan tampil tiga pembicara ahli. Pertama dalam Bidang Pewartaan Dr. Haryatmoko dari STF Driyarkara Jakarta, akan membahas tema “Membangun Ekosistem Pewartaan Digital dalam Gereja Sinodal”. Dalam Bidang Pengudusan, Dr. Inosensius Sutam akan membicarakan tema “Gereja yang Berziarah dalam Prosesi dan Festival Religi”. Dalam Bidang Persekutuan, Prof. Dr. Yohanes S. Lon akan mempresentasikan tema “Komunitas Basis Gerejawi yang hidup”.
Sinode yang dewasa bukan hanya pandai berbicara tetapi juga rendah hati untuk mendengarkan. Mendengar sebelum menilai dan memahami sebelum menyimpulkan. Biarkan realitas umat berbicara, demikian Uskup Ruteng menjelaskan.
Novena Kerahiman Ilahi mengajarkan kita dua hal penting: Permohonan (Ask) dan Kepercayaan (Trust). Kita diajak untuk tidak pernah lelah meminta rahmat Tuhan, dan percaya bahwa sebesar apa pun dosa atau masalah kita, kasih Tuhan jauh lebih besar lagi. Kerahiman Ilahi yang senantiasa mengalirkan rahmat pengampunan menanti kedatangan kita untuk rebah memohon kepadaNya.
Para mahasiswa dengan sabar dan setia sambil terus tersenyum ketika menyapa dan membimbing adik-adik kecilnya. Menuntun mereka untuk mewarnai gambar secara baik, benar dan indah. Membimbing mereka untuk menggunakan setiap pensil warna pada bagian-bagian gambar yang sesuai sehingga hasilnya tampak indah dan anggun.
Pada beberapa titik pelayanan, yang menjadi petugas keamanan adalah komunitas Remaja Masjid (Remas). Mereka sangat setia dalam menjalani peran tersebut yang memastikan setiap perayaan dapst berlangsung dengan aman dan kondusif. Selain itu, ada juga unsur TNI/Polri yang selalu hadir dalam setiap perayaan.
Dengan penuh kekhusyukan, umat berjalan bersama melewati 14 perhentian. Setiap perhentian menceritakan tahapan kisah sengsara Yesus, mulai dari dijatuhi hukuman mati, memikul salib, hingga wafat dan dimakamkan. Suasana terasa sangat hening, khidmat, dan penuh doa, seolah membawa seluruh hadirin kembali menyaksikan peristiwa penebusan dosa tertersebut.