
Melalui pelaksanaan Misa Alam ini, OMK St. Eduardus Watunggong menunjukkan kerinduan mereka untuk semakin dekat dengan alam sekaligus menyadari kebesaran Tuhan yang nyata dalam seluruh ciptaan. Kegiatan ini menjadi wujud iman yang hidup, yang tidak hanya dirayakan dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan kebersamaan.
Dokumentasi Paroki St. Eduardus Watunggong
Kegiatan Katekese APP Sinode IV
Keuskupan Ruteng telah berlangsung di Paroki St. Eduardus Watunggong. Katekese
ini dijalankan secara luas, mencakup Komunitas Basis Gerejani (KBG),
sekolah-sekolah, serta kelompok kategorial seperti Orang Muda Katolik (OMK).
Secara khusus, katekese bagi OMK
St. Eduardus dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 28
Februari 2026 dengan mengangkat tema tentang pewartaan. Selanjutnya, tahap
kedua dilaksanakan pada 13 Maret 2026 dengan tema pengudusan, sebagai
kelanjutan dari pendalaman iman yang telah dimulai sebelumnya.
Sebagai Rencana Kerja Tindak
Lanjut (RKTL) dari kedua tahap katekese tersebut, OMK St. Eduardus mengadakan
aksi nyata berupa pembersihan bahu jalan di jalur Lok Pahar – Watunggong pada
19 Maret 2026. Tidak berhenti di situ, OMK juga menggelar “Ibadah Padang” atau
Misa Alam pada 21 Maret 2026. Misa ini dilaksanakan di Lok Pahar, sebuah lokasi
yang kerap dikunjungi masyarakat untuk berolahraga seperti jogging maupun
berswafoto.
Perayaan Ekaristi tersebut
dipimpin oleh RD. Kiven dan dihadiri oleh belasan anggota OMK St. Eduardus
bersama Bapak Agustinus Seran selaku pendamping OMK Paroki. Dalam suasana alam
terbuka yang sejuk dan asri, para peserta misa mengikuti perayaan dengan penuh
kekhusyukan, beralaskan tikar dan karton sederhana.
Keunikan misa ini terletak pada
pendekatan kreatif yang dihadirkan. Bagian khotbah digantikan dengan sesi
meditasi yang diiringi alunan musik serta refleksi yang dibacakan oleh RD. Kiven.
Dalam suasana hening dan penuh penghayatan, para anggota OMK diajak untuk
merenungkan alam ciptaan sebagai anugerah sekaligus tanda nyata kehadiran
Allah. Mereka juga diingatkan akan jati diri mereka sebagai anak-anak Tuhan
yang diciptakan dengan cinta serta dipanggil untuk menghadirkan kebaikan bagi
sesama dan seluruh ciptaan.
Usai perayaan misa, suasana
kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan rekreasi sederhana. Para anggota
OMK menikmati kebersamaan dengan berfoto bersama, menyantap ubi, serta
menikmati kopi pahit khas Congkar.
Melalui pelaksanaan Misa Alam
ini, OMK St. Eduardus Watunggong menunjukkan kerinduan mereka untuk semakin
dekat dengan alam sekaligus menyadari kebesaran Tuhan yang nyata dalam seluruh
ciptaan. Kegiatan ini menjadi wujud iman yang hidup, yang tidak hanya dirayakan
dalam liturgi, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian terhadap lingkungan dan
kebersamaan.