
Umat Katolik Paroki St Eduardus Watunggong mengikuti misa inkulturasi Minggu Ketiga dengan penuh sukacita dan mengenakan busana khas Manggarai sebagai identitas yang menyatu dalam liturgi sehingga membuat perayaan menjadi lebih meriah, indah namun khusuk dan khidmat karena seluruh perayaan dari doa, bacaan sabda, homili hingga nyanyian semua dalam bahasa Manggarai.
Gereja Paroki St. Eduardus Watunggong menggelar Misa Pelajar yang bertepatan dengan Jumat Pertama pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 10.00 Wita.
Bulan Rosario tahun 2025 menjadi sebuah moment bersejarah karena umat Allah Paroki St Eduardus Watunggong Congkar-Manggarai Timur, NTT berziarah bersama bunda Maria mengunjungi seluruh wilayah Paroki dan disempurnakan dengan perayaan Ekaristi Kudus sebagai ungkapan syukur, terimakasih dan mempererat persaudaraan dan kekeluargaan antar umat dan sesama serta lebih dekat dan makin mencintai bunda Maria.
Perayaan Ekaristi Inkulturasi dilaksanakan di gendang Ntungal Watunggong Congkar-Manggarai Timur NTT sekaligus misa syukur panen yang didahului dengan ritus adat tanam benih simbolis yang sudah dilumuri darah hewan yakni kambing dan babi dengan maksud agar benih yang ditanam dan ketika tumbuh nanti tidak diserang hama.
Paroki St Eduardus Watunggong Congkar-Manggarai Timur NTT mencakup sembilan Stasi, enam wilayah dan 109 Komunitas Basis Gerejawi yang menjadi fokus lokus pelayanan pastoral dengan topografi yang cukup menantang, salah satunya adalah jalanan yang tak bersahabat. Salah satu Stasinya adalah Stasi St Arnoldus Janssen Paleng yang hari ini dikunjungi perdana oleh RD Maken.
Budaya dan agama merupakan dua unsur yang tak terpisahkan, saling membutuhkan dan melengkapi. Dalam Gereja Katolik budaya dimasukkan dalam kultur perayaan Ekaristi yang disebut Inkulturasi dengan maksud agar nilai-nilai budaya yang baik tidak hilang begitu saja namun dipelihara, dijaga dan dilestarikan dalam liturgi yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.