
Paroki Watunggong menyalurkan bantuan kemanusiaan dari Caritas Keuskupan Ruteng untuk umat terdampak gempa bumi.
RD Martin Chen bersama tim Caritas Keuskupan Ruteng dan perwakilan Paroki Watunggong.
Watunggong - 19 Agustus 2026 - Sebagai wujud nyata kehadiran Gereja di tengah umat yang sedang menghadapi masa sulit pasca gempa Flores, Paroki St. Eduardus Watunggong mulai mendistribusikan bantuan kemanusiaan pada hari Rabu, 19 Agustus. Bantuan ini ditujukan untuk meringankan beban umat di berbagai wilayah di dalam paroki yang terdampak musibah gempa bumi bermagnitudo 7,7 pada tanggal 15 Agustus lalu. Langkah cepat tanggap ini merupakan bentuk pelayanan langsung dari Gereja untuk hadir dan mendekap umatnya dalam kehangatan solidaritas.
Bantuan logistik kemanusiaan sebanyak 100 paket tersebut merupakan uluran tangan kasih dari Pos Caritas Keuskupan Ruteng. Bantuan ini telah tiba dan diterima dengan penuh rasa syukur oleh pihak Paroki Watunggong pada malam sebelumnya, yakni Selasa, 18 Agustus. Momen serah terima ini terasa begitu istimewa, sebab bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng, RD Martin Chen kepada Diakon Hendra Kumpul, Bapak Agustinus Seran, Frater Andre Evaldo, dan teman-teman OMK sebagai perwakilan paroki. Kehadiran beliau menjadi representasi kedekatan hati serta wujud perhatian penuh dari pihak Keuskupan bagi seluruh umat di Paroki Watunggong.
Sejak Rabu pagi, tim paroki langsung bertindak demi memastikan tersalurnya bantuan ini ke tangan yang tepat. Proses distribusi difokuskan pada umat paling membutuhkan yang sudah terdata lebih awal, yang mencakup lima Wilayah di pusat paroki, serta Stasi Wea, Stasi Paleng, dan Stasi Ntaram. Semangat gotong royong dan ketulusan senantiasa mewarnai setiap langkah penyaluran, agar manfaat dari bantuan ini dapat segera dirasakan oleh umat.
Menyadari luasnya wilayah dan besarnya dampak yang terjadi, pihak Paroki Watunggong memahami dengan penuh kerendahan hati bahwa bantuan yang disalurkan saat ini belum sepenuhnya dapat menjangkau seluruh umat yang terdampak. Oleh karena itu, umat senantiasa diimbau untuk mengedepankan kesabaran dan semangat saling menjaga serta menolong satu sama lain. Sementara itu, tim paroki terus berupaya semaksimal mungkin memastikan setiap titipan bantuan yang ada tersalurkan dengan adil dan merata.
Melalui aksi ini, semangat "Caritas" sungguh diwujudkan dalam tindakan nyata, sekaIigus menghidupi nafas kegembalaan YM Uskup Ruteng yang terangkum indah dalam mottonya: "Omnia in caritate"—lakukan semuanya dalam kasih. Doa dan harapan kita bersama, kiranya bantuan yang disalurkan tidak sekadar memenuhi kebutuhan logistik sementara waktu, melainkan juga menjadi peneguhan iman, pembawa harapan baru, serta pengikat erat persaudaraan segenap umat Paroki Watunggong. Semoga ke depannya, semakin banyak hati yang tergerak untuk mengulurkan tangan, tidak hanya bagi umat di Paroki Watunggong, tetapi juga di berbagai tempat lain yang masih menantikan sentuhan kasih.