
Gereja yang sinodal memiliki ciri, yakni Gereja yang mendengarkan, Gereja yang pastisipatif, Gereja yang misioner, Gereja yang membedakan roh (discerning church) dan Gereja yang melampaui klerikalisme. Sosialisasi ini sebagai bahan awal untuk disampaikan kepada umat dalam bentuk katekese serta diskusi bersama dalam kehidupan umat di KBG, Stasi dan Paroki.
Kegiatan evaluasi pastoral Ekaristi Transformatif tingkat Kevikepan Reo, Keuskupan Ruteng menjadi Kegiatan akhir dari seluruh perjalanan reksa pastoral yang telah dilaksanakan di seluruh paroki dalam beragam aksi pastoral. Evaluasi ini menjadi moment untuk melihat, menilai dan menatap kembali program pastoral ke depan terutama pada masa sinode empat Keuskupan Ruteng nanti.
Kehadiran dua mahasiswi KKN dari Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (Stipas) St. Sirilus Ruteng di paroki St Eduardus Watunggong adalah sebuah kesempatan untuk mereka belajar mengimplementasikan Ilmu yang telah diperoleh untuk kebutuhan Pastoral yang lebih luas dan juga sebagai bentuk pembelajaran untuk menghadapi dunia kerja nanti.
Mengisi bulan rosario 2025, Orang Muda Katolik St Eduardus Watunggong melakukan aksi pekerjaan telford jalan paroki yang juga menjadi salah bagian dari tindak lanjut hasil workshop dan Weekend yang diselenggarakan Komisi Caritas Keuskupan Ruteng pada tanggal 25 dan 26 Oktober lalu.
Kegiatan workshop dan Weekend Orang Muda Katolik di paroki St Eduardus Watunggong menjadi moment berharga penuh makna karena memberi warna baru yang di dalamnya terdapat beragam materi menarik dan bernas bagi perkembangan dan pengetahun kaum muda Katolik dalam menghadapi situasi dan persoalan dunia yang semakin kompleks.
Komisi Caritas Keuskupan Ruteng mengadakan kegiatan Weekend dan workshop Laudato Si, Perubahan Iklim, Migran dan TPPO bagi Orang Muda Katolik (OMK) paroki St Eduardus Watunggong sebagai salah satu bentuk pembinaan iman kaum muda serta mengajak mereka untuk mengetahui dan mencintai alam, berkoneksi dengan yang lain sebagai satu ciptaan.